“Pada Allah aku berlindung”
Suara Injil: “IKUTLAH YESUS”
JUMAT, 4 JUNI 2021
“Pada Allah aku berlindung”
BE. 115:1-2 “Tuhan Debata” (Tuhan Allahku)
Tuhan Debata, sai ramoti ma,
Daging dohot tondinami. I do pangidoannami.
Sai pahipas be hami on sude!
Jesus Ho tutu, Raja na burju,
Sai palua tondinami sian pardosaonnami.
Pasupasu be hami on sude.
Tuhan Allahku, jaga umat-Mu,
Pelihara tubuh, jiwa, hati, roh kami semua,
Dan lindungilah kami semuanya.
Yesus Rajaku, Tuhan Penebus;
Selamatkan jiwa kami dari nafsu dosa kami.
Semua umat-Mu, mohon berkat-Mu.
BACAAN PAGI: 1 Samuel 5:1-12
BACAAN MALAM: 2 Korintus 5:1-5
Mazmur 16:1
“Miktam. Dari Daud. Jagalah aku, ya Allah, sebab pada-Mu aku berlindung.”
Ada banyak cara untuk bersaksi menyatakan kebesaran Tuhan dalam pengalaman hidup seorang iman. Daud terkenal sebagai seorang raja yang menggubah banyak mazmur dan nyanyian pujian. Dari mazmur gubahannya, ada enam mazmur emas yang diukir dalam bentuk prasasti. Itulah yang disebut Miktam, sebagaimana nas kita hari ini. Kita patut bersyukur dan sangat terberkati dapat mewarisi dan merenungkannya bila kita membaca Alkitab yang begitu lengkap mencatat, bukan hanya mazmur-mazmur Daud bahkan juga mahakarya para penulis Alkitab. Betapa besar hikmat dan berkat yang Tuhan beri, bila kita dapat memiliki Alkitab. Semua yang tertulis dalam Alkitab adalah harta karun abadi yang tak ternilai harganya, sehingga kita dapat mengetahui kesaksian banyak tokoh Alkitab. Tanpa adanya orang-orang yang tekun menuliskan dan mendokumentasikan bahkan menerjemahkan serta mencetak ulang, memperbanyak dalam bentuk buku dan berbagai media yang ada, tidak mungkin kita dapat menikmati firman Tuhan. Terlebih kini dengan perkembangan pesat teknologi, dengan adanya medsos, kita semakin mudah bahkan murah untuk dapat bersaksi dan menyebarkannya tanpa batas kepada semua orang.
Kesaksian Daud dalam nas kita hari ini telah ditulis 3000 tahun lalu di atas sebuah batu prasasti. Ia katakan: “Jagalah aku, ya Allah, sebab pada-Mu aku berlindung!” Ini merupakan sebuah permohonan doa mendesak Allah untuk menjagainya. Sebab ia sedang menghadapi bahaya bahkan ancaman kematian oleh Saul dan pasukan yang memburu dia. Daud membutuhkan perlindungan Tuhan, dan bermohon dengan amat sangat untuk keselamatan jiwanya. Itulah yang ia gubah dalam mazmur ini dan dituliskan pada sebuah prasasti. Demikian juga dengan kita, agar keyakinan yang sama juga dapat kita miliki. Kita berlindung kepada Allah, dan percaya akan menemukan kedamaian, perhentian, tempat perlindungan, sukacita dan keselamatan. Sebagaimana Daud yang berlindung dan mendapatkan keselamatan atas rencana jahat musuh, kita pun diajak untuk berlindung kepada Allah pada saat-saat kesulitan dan ancaman yang terjadi. Pengalaman seperti itulah lalu kita saksikan dalam wujud gubahan mazmur, dan mengukirkannya dengan tinta emas, bukan hanya di atas batu prasasti, tetapi juga dengan semua alat komunikasi medsos yang kita miliki. Karena itu, teruslah bersaksi dan “Ikutlah Yesus!” Amin!
Doa:
“Kepada-Mulah kami berlindung, ya Tuhan Allah. Kami mau bersaksi dengan nyanyian mazmur dan mengukirkannya dalam media sosial menjadi prasasti kehidupan. Amin!”
-btps-
BACAAN PAGI:
1 Samuel 5:1-12
5:1 Sesudah orang Filistin merampas tabut Allah, maka mereka membawanya dari Eben-Haezer ke Asdod.
5:2 Orang Filistin mengambil tabut Allah itu, dibawanya masuk ke kuil Dagon dan diletakkannya di sisi Dagon.
5:3 Ketika orang-orang Asdod bangun pagi-pagi pada keesokan harinya, tampaklah Dagon terjatuh dengan mukanya ke tanah di hadapan tabut TUHAN; lalu mereka mengambil Dagon dan mengembalikannya ke tempatnya.
5:4 Tetapi ketika keesokan harinya mereka bangun pagi-pagi, tampaklah Dagon terjatuh dengan mukanya ke tanah di hadapan tabut TUHAN, tetapi kepala Dagon dan kedua belah tangannya terpenggal dan terpelanting ke ambang pintu, hanya badan Dagon itu yang masih tinggal.
5:5 Itulah sebabnya para imam Dagon dan semua orang yang masuk ke dalam kuil Dagon tidak menginjak ambang pintu rumah Dagon yang di Asdod, sampai hari ini.
5:6 Tangan TUHAN menekan orang-orang Asdod itu dengan berat dan Ia membingungkan mereka: Ia menghajar mereka dengan borok-borok, baik Asdod maupun daerahnya.
5:7 Ketika dilihat orang-orang Asdod, bahwa demikian halnya, berkatalah mereka: "Tabut Allah Israel tidak boleh tinggal pada kita, sebab tangan-Nya keras melawan kita dan melawan Dagon, allah kita."
5:8 Sebab itu mereka memanggil berkumpul kepadanya semua raja kota orang Filistin dan berkata: "Apakah yang akan kita lakukan dengan tabut Allah Israel itu?" Lalu kata mereka: "Tabut Allah Israel harus dipindahkan ke Gat." Jadi mereka memindahkan tabut Allah Israel itu ke sana.
5:9 Tetapi setelah mereka memindahkannya, maka tangan TUHAN mendatangkan kegemparan yang sangat besar atas kota itu; Ia menghajar orang-orang kota itu, anak-anak dan orang dewasa, sehingga timbul borok-borok pada mereka.
5:10 Lalu mereka mengantarkan tabut Allah itu ke Ekron. Tetapi sesampai tabut Allah itu di Ekron, berteriaklah orang Ekron itu, demikian: "Mereka memindahkan tabut Allah Israel itu kepada kita untuk mematikan kita dan bangsa kita."
5:11 Sebab itu mereka memanggil berkumpul semua raja kota orang Filistin itu dan berkata: "Antarkanlah tabut Allah Israel itu; biarlah itu kembali ke tempatnya, supaya jangan dimatikannya kita dan bangsa kita." Sebab di seluruh kota itu ada kegemparan maut; tangan Allah menekan orang-orang di sana dengan sangat berat:
5:12 orang-orang yang tidak mati, dihajar dengan borok-borok, sehingga teriakan kota itu naik ke langit.

Komentar
Posting Komentar