“Kehidupan orang Kristen”

Suara Injil: “IKUTLAH YESUS”

SELASA, 8 JUNI 2021

“Kehidupan orang Kristen”

BE. 716:2-3 “Di Na Mamolus Sandok Ngolu On” (Di Jalan Hidup)

Sai baritahon Jesus na burju, tuk manesa dosa i,

Asa porsea di Jesus tutu, denggan pambaenmu disi.

Bahen ma ahu parhitean-Mu, pasupasuM mabaor ma i.

Ale Tuhanhu, patupa ma au baen pasupasu tu dongan sude.

Ula na denggan tu halak sude, songon binaen-Na tu ho.

Ingot urupi luhut na gale, gabe parholong ma ho.

Bahen ma ahu parhitean-Mu, pasupasuM mabaor ma i.

Ale Tuhanhu, patupa ma au baen pasupasu tu dongan sude.

Beritakanlah Yesus, Tuhanmu, Sang Jurus’lamat dunia.

Agar percaya pada Tuhanmu, kau salurkan berkat-Nya.

Pakailah aku jadi hambaMu, bawa terang ke dunia g’lap.

Jadikan aku saluran berkat bagi umat-Mu yang hidup resah.

Jadilah berkat bagi semua s’perti Tuhan lakukan.

Beri bantuan bagi yang lemah di dalam kasih Tuhan.

Pakailah aku jadi hambaMu, bawa terang ke dunia g’lap.

Jadikan aku saluran berkat bagi umat-Mu yang hidup resah.

BACAAN PAGI: 1 Raja-raja 18:17-40

BACAAN MALAM: Wahyu 20:7-15

Roma 12:17

“Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang.”

Kekristenan adalah kehidupan yang mengenal dan menghayati kasih Yesus Kristus. Yesus Kristus telah berkorban dan mati disalibkan bagi keselamatan manusia. Ia datang ke dunia menanggung kesusahan dan hukuman atas manusia semata-mata karena kasih-Nya. Mereka yang hidup dalam kasih Kristus akan selalu melimpah dengan kasih dan beranugerah kepada sesamanya. Karena itu, orang Kristen adalah kelompok orang-orang percaya yang telah menghayati nilai-nilai Injil dan ajaran Yesus Kristus. Sebab orang Kristen hidupnya telah diperbaharui oleh nilai-nilai Injil. Seorang yang telah dibaharui tidak lagi membalas kejahatan dengan kejahatan sebagaimana biasanya dilakukan oleh dunia. Melainkan mereka selalu memikirkan apa yang dapat dilakukan bagi orang lain sebagai wujud kasih yang tidak pura-pura. Hal ini sangat kontras dengan manusia lama yang menjadi musuh Allah dan juga musuh bagi sesamanya satu sama lain.

Sejak Adam, manusia pertama yang telah jatuh ke dalam dosa, manusia menjadi musuh bagi sesamanya (homo homini lupus). Kasih pun menjadi pura-pura, sehingga kesukaannya juga adalah menipu diri sendiri, dan mendustai orang yang dikasihinya. Hal ini tentu bertolakbelakang dengan perintah Tuhan untuk mengasihi sesama sebagai hukum Tuhan yang harus ditaati. Di dalam komunitas orang Kristen sebagai Tubuh Kristus, kasih itu aktif timbal balik. Sebagaimana kasih yang sudah kita terima dari Tuhan, itu menjadi teladan yang mempersatukan kita dalam satu persekutuan kasih, yakni Gereja-Nya. Sikap seorang Kristen, baik dalam kalangan sendiri dan terlebih lagi keluar, adalah aktif pro kasih. Oleh karena itu seorang Kristen tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, sebaliknya selalu melakukan yang baik kepada semua orang tanpa membeda-bedakan. Ini bertolak belakang dengan manusia dunia yang hidup dalam hukum pembalasan bahkan yang menjadikan balas dendam sebagai kebiasaan. Mereka melakukannya karena tidak mengenal Allah, satu-satunya yang berhak melakukan pembalasan. Seorang Kristen senantiasa memberikan tempat bagi Allah untuk melakukan pembalasan bahkan menyatakan murka-Nya, sebab itu adalah hak-Nya. Karena itu, janganlah membalaskan kejahatan dengan kejahatan, tetapi “Ikutlah Yesus!” Amin!

Doa:

“Perbaharuilah hati kami agar tetap konsisten mengasihi sesama sebagai balas akan kasih-Mu yang telah kami terima, ya Kristus. Hindarkanlah kami dari hukum pembalasan. Amin!”

-btps-

BACAAN PAGI:

1 Raja-raja 18:17-40

18:17 Segera sesudah Ahab melihat Elia, ia berkata kepadanya: "Engkaukah itu, yang mencelakakan Israel?"

18:18 Jawab Elia kepadanya: "Bukan aku yang mencelakakan Israel, melainkan engkau ini dan kaum keluargamu, sebab kamu telah meninggalkan perintah-perintah TUHAN dan engkau ini telah mengikuti para Baal.

18:19 Sebab itu, suruhlah mengumpulkan seluruh Israel ke gunung Karmel, juga nabi-nabi Baal yang empat ratus lima puluh orang itu dan nabi-nabi Asyera yang empat ratus itu, yang mendapat makan dari meja istana Izebel."

18:20 Ahab mengirim orang ke seluruh Israel dan mengumpulkan nabi-nabi itu ke gunung Karmel.

18:21 Lalu Elia mendekati seluruh rakyat itu dan berkata: "Berapa lama lagi kamu berlaku timpang dan bercabang hati? Kalau TUHAN itu Allah, ikutilah Dia, dan kalau Baal, ikutilah dia." Tetapi rakyat itu tidak menjawabnya sepatah kata pun.

18:22 Lalu Elia berkata kepada rakyat itu: "Hanya aku seorang diri yang tinggal sebagai nabi TUHAN, padahal nabi-nabi Baal itu ada empat ratus lima puluh orang banyaknya.

18:23 Namun, baiklah diberikan kepada kami dua ekor lembu jantan; biarlah mereka memilih seekor lembu, memotong-motongnya, menaruhnya ke atas kayu api, tetapi mereka tidak boleh menaruh api. Aku pun akan mengolah lembu yang seekor lagi, meletakkannya ke atas kayu api dan juga tidak akan menaruh api.

18:24 Kemudian biarlah kamu memanggil nama allahmu dan aku pun akan memanggil nama TUHAN. Maka allah yang menjawab dengan api, dialah Allah!" Seluruh rakyat menyahut, katanya: "Baiklah demikian!"

18:25 Kemudian Elia berkata kepada nabi-nabi Baal itu: "Pilihlah seekor lembu dan olahlah itu dahulu, karena kamu ini banyak. Sesudah itu panggillah nama allahmu, tetapi kamu tidak boleh menaruh api."

18:26 Mereka mengambil lembu yang diberikan kepada mereka, mengolahnya dan memanggil nama Baal dari pagi sampai tengah hari, katanya: "Ya Baal, jawablah kami!" Tetapi tidak ada suara, tidak ada yang menjawab. Sementara itu mereka berjingkat-jingkat di sekeliling mezbah yang dibuat mereka itu.

18:27 Pada waktu tengah hari Elia mulai mengejek mereka, katanya: "Panggillah lebih keras, bukankah dia allah? Mungkin ia merenung, mungkin ada urusannya, mungkin ia bepergian; barangkali ia tidur, dan belum terjaga."

18:28 Maka mereka memanggil lebih keras serta menoreh-noreh dirinya dengan pedang dan tombak, seperti kebiasaan mereka, sehingga darah bercucuran dari tubuh mereka.

18:29 Sesudah lewat tengah hari, mereka kerasukan sampai waktu mempersembahkan korban petang, tetapi tidak ada suara, tidak ada yang menjawab, tidak ada tanda perhatian.

18:30 Kata Elia kepada seluruh rakyat itu: "Datanglah dekat kepadaku!" Maka mendekatlah seluruh rakyat itu kepadanya. Lalu ia memperbaiki mezbah TUHAN yang telah diruntuhkan itu.

18:31 Kemudian Elia mengambil dua belas batu, menurut jumlah suku keturunan Yakub. -- Kepada Yakub ini telah datang firman TUHAN: "Engkau akan bernama Israel." --

18:32 Ia mendirikan batu-batu itu menjadi mezbah demi nama TUHAN dan membuat suatu parit sekeliling mezbah itu yang dapat memuat dua sukat benih.

18:33 Ia menyusun kayu api, memotong lembu itu dan menaruh potongan-potongannya di atas kayu api itu.

18:34 Sesudah itu ia berkata: "Penuhilah empat buyung dengan air, dan tuangkan ke atas korban bakaran dan ke atas kayu api itu!" Kemudian katanya: "Buatlah begitu untuk kedua kalinya!" Dan mereka berbuat begitu untuk kedua kalinya. Kemudian katanya: "Buatlah begitu untuk ketiga kalinya!" Dan mereka berbuat begitu untuk ketiga kalinya,

18:35 sehingga air mengalir sekeliling mezbah itu; bahkan parit itu pun penuh dengan air.

18:36 Kemudian pada waktu mempersembahkan korban petang, tampillah nabi Elia dan berkata: "Ya TUHAN, Allah Abraham, Ishak dan Israel, pada hari ini biarlah diketahui orang, bahwa Engkaulah Allah di tengah-tengah Israel dan bahwa aku ini hamba-Mu dan bahwa atas firman-Mulah aku melakukan segala perkara ini.

18:37 Jawablah aku, ya TUHAN, jawablah aku, supaya bangsa ini mengetahui, bahwa Engkaulah Allah, ya TUHAN, dan Engkaulah yang membuat hati mereka tobat kembali."

18:38 Lalu turunlah api TUHAN menyambar habis korban bakaran, kayu api, batu dan tanah itu, bahkan air yang dalam parit itu habis dijilatnya.

18:39 Ketika seluruh rakyat melihat kejadian itu, sujudlah mereka serta berkata: "TUHAN, Dialah Allah! TUHAN, Dialah Allah!"

18:40 Kata Elia kepada mereka: "Tangkaplah nabi-nabi Baal itu, seorang pun dari mereka tidak boleh luput." Setelah ditangkap, Elia membawa mereka ke sungai Kison dan menyembelih mereka di sana.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PELETAKAN BATU PERTAMA DAN PENANAMAN POHON HKBP SUKATANI RESSORT PARDOMUAN DISTRIK XXX RIAU PESISIR

Selamat, HKBP SUKATANI Melakukan Pesta Pembangunan Rumah Dinas & Peletakan Batu Pertama

“Pengharapan yang pasti”