“Pembaharuan oleh Roh”



Suara Injil: “IKUTLAH YESUS”S

SENIN– PENTAKOSTA II, 24 MEI 2021

“Pembaharuan oleh Roh”

BE. 641a:1-2 “O Tondi Parbadia I” (Ya Roh Kudus B’ri)

O Tondi Parbadia i, Sigohi parluhutan.

Marolopolop dolok i, marhasak nang galumbang.

Saluhut na tinompa i gok be las ni rohana i.

Marsurak: “Haleluya!”

O Tondi Parbadia i, pabangkit panurirang!

Papatar asi holong-Mi tu angka na hansitan.

Sumurut do na holom i, tubu ma panghirimon i.

Endehon: “Haleluya!”

Ya Roh Kudus, b’ri hikmat-Mu, penuhilah umat-Mu!

Pohon di hutan bertepuk, ombak di laut gemuruh.

Semuanya ciptaan-Mu bersorak-sorai bagi-Mu,

Nyanyikan: “Haleluya!”

Ya Roh Kudus, tahbiskanlah nabi-Mu dan pelayan.

Nyatakan kasih-Mu, Tuhan, untuk orang tertindas.

Jauhkanlah kuasa g’lap, iman jemaat kobarkanlah.

Soraklah: “Haleluya!”

EVANGELIUM: Roma 8:1-8

EPISTEL: Yoel 2:28-29

Ini adalah hari kedua perayaan Pentakosta sebagai Hari Lahirnya gereja. Oleh pencurahan Roh Kudus gereja telah berdiri di tengah-tengah dunia ini meneruskan perintah Tuhan Yesus. Roh Kudus telah memerdekakan kita dari hukum dosa dan hukum maut, sehingga tidak ada lagi kuasanya. Tubuh dosa kita dengan segala keinginan nafsu tidak lagi mengikat dan membatasi kita untuk melakukan perintah-perintah Tuhan Yesus. Kini kita hidup menurut Roh. Karena itu kita tidak lagi memikirkan hal-hal yang dari daging, melainkan memikirkan hal-hal yang dari Roh. Sebaliknya, orang-orang yang tidak hidup menurut Roh, mereka hanya memikirkan keinginan daging dan tunduk pada hukum Taurat. Mereka menjadi seteru Allah karena hidup dalam daging, sehingga tidak mungkin berkenan kepada Allah. Hukum tidak berkemampuan menyediakan pembebasan, sebaliknya hanya menyediakan penghukuman, maut, dan kutuk. Namun apa yang tak dapat dicapai oleh manusia yang telah jatuh di bawah Perjanjian Lama, dicapai oleh Allah di bawah Perjanjian Baru melalui Yesus (Yes 53; Yoh 3:16). Perjanjian Baru didasarkan atas pertobatan dan iman dalam karya Roh Kudus, bukan atas prestasi manusia, sehingga di dalam kita ada hati baru dan gaya hidup kekudusan baru yang disediakan Allah secara internal.

Allah tidak hanya membenarkan orang-orang yang percaya kepada Injil, Ia juga melepaskan kita dari perbudakan dosa yang membelit dan yang menghasilkan maut. Kuasa dosa yang memperbudak kita telah dipatahkan dan pemerintahan Allah telah dimulai dalam hidup kita. Fakta ini membuat kita memiliki status dan kondisi baru dan kita hidup menurut Roh (3-4). Kekuatan terdalam yang menggerakkan sikap dan perilaku kita bukan lagi sifat dosa, tetapi sifat baru dari Roh Allah. Kita hidup secara aktif dengan takluk kepada hukum Allah, mencari hal-hal yang berkenan kepada Allah, dan tidak lagi menginginkan sesuatu yang bertentangan dengan kehendak Allah. Maka karakter kita menjadi bukti bahwa kita sungguh sudah diperbaharui oleh Roh. Berbeda dengan orang yang tanpa Kristus, hidup menurut daging dan mengikuti dorongan dosa yang selalu bertentangan dengan Allah. Sifat tersebut bukan hanya karena pengaruh lingkungan atau godaan hidup, tetapi karena memang dosa itulah yang mengendalikan hidupnya. Maka ia menjadi lawan Allah karena tidak tunduk pada hukum Allah (6-8). Karena itu, terimalah Roh Kudus dan “Ikutlah Yesus!” Amin!D

Doa“

Karuniakanlah kami Roh Kudus, ya Tuhan Yesus, untuk pembaharuan hidup kami; sehingga kami menomorsatukan kehendak Allah dalam setiap pilihan yang kami ambil. Amin!”

-btps-

EVANGELIUM:

R


oma 8:1-8

8:1 Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.

8:2 Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut.

8:3 Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging,

8:4 supaya tuntutan hukum Taurat digenapi di dalam kita, yang tidak hidup menurut daging, tetapi menurut Roh.

8:5 Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh.

8:6 Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera.

8:7 Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya.

8:8 Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

PELETAKAN BATU PERTAMA DAN PENANAMAN POHON HKBP SUKATANI RESSORT PARDOMUAN DISTRIK XXX RIAU PESISIR

Selamat, HKBP SUKATANI Melakukan Pesta Pembangunan Rumah Dinas & Peletakan Batu Pertama

“Pengharapan yang pasti”