"Mematikan perbuatan tubuh”
Suara Injil: “IKUTLAH YESUS”
RABU, 26 MEI 2021
"Mematikan perbuatan tubuh”
BE. 301:6-7 “Las Situtu Rohangku” (Di Pagi Hari) M
Margurutu Tuhanku ma au di sasude.
Ditogu Debatangku ma au tu na ture.
Sai pasupasu ma ulaon ni tanganku,
Sude sibahenonku, o Tuhan Debata!A
Antong hudok ma: “Amen!”, ndang ganggu rohangki.
Tuhanku mangalehon na hupangido i.
Na lao ma au nuaeng mangula ulaonku.
Ibana do donganku, na sonang au dibaen.
Semua kuserahkan kepada-Mu, Tuhan!
Semua perbuatan dan tutur kataku.
Berkati selalu tubuhku dan jiwaku.
Beri pertolongan-Mu memuji nama-Mu!
Aku katakan: “Amin!”, tak bimbang hatiku.
Dan aku juga yakin, Kau dengar doaku.
Dengan hati senang ‘ku akan melakukan,
Semua pekerjaan memuji nama-Nya!
BACAAN PAGI: Yehezkiel 37:1-14
BACAAN MALAM: Yohanes 20:19-23
Roma 8:1“
Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.”
Hidup manusia senantiasa ada dalam peperangan rohani oleh karena tabiat daging dalam tubuh yang cenderung ingin berbuat dosa. Peperangan rohani ini diarahkan kepada iblis dan bala kekuatannya yang menimbulkan hawa nafsu dan keinginan menurut daging. Ini meliputi bukan saja kedursilaan seksual, perzinahan, kebencian, kepentingan diri sendiri, kemarahan, dan sebagainya (Gal 5:19-21), tetapi juga percabulan, pornografi, obat bius, kesenangan mental dan emosional dari adegan seksual dalam sandiwara, buku, TV atau video, dan sejenisnya. Tabiat daging ini hanya dapat dilawan dan dimatikan melalui kuasa Roh Kudus. Sebagai orang percaya, kita harus memutuskan apakah akan menyerah kepada keinginan dosa atau kepada tuntutan tabiat ilahi yang dalamnya kita ikut ambil bagian. Jika kita telah mematikan perbuatan-perbuatan tubuh, maka kita akan hidup. Sebaliknya, jika kita hidup menurut daging, kita akan mati. Kegagalan mematikan perbuatan-perbuatan tubuh ialah kematian rohani dan hilangnya warisan dalam kerajaan Allah (Gal 5:19-21). Demikianlah rasul Paulus dalam nas kita hari ini menekankan perlunya kita harus terus-menerus memerangi segala yang akan membatasi karya Allah di dalam hidup kita.
Dosa senantiasa berusaha untuk berkuasa atas kita. Hidup baru yang telah Allah berikan pada saat lahir baru (Yoh 3:3-6) dapat dipadamkan di dalam jiwa orang percaya yang menolak untuk mematikan perbuatan-perbuatan buruk tubuh. Jika hidup menurut daging, kita dapat berpindah dari kehidupan rohani kembali ke kematian rohani. Hanya dengan pertolongan dari Roh Allah kita dapat memilih dan melakukan apa yang baik. Pilihan yang kita hadapi adalah suatu pilihan yang sesungguhnya. Banyak yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, tetapi tidak banyak yang menyerahkan diri secara total kepada-Nya dan belum mengalami kemenangan. Belum tentu semua orang yang lahir baru akan memilih yang benar sehingga ikut berkembang secara rohani dan mematikan perbuatan-perbuatan tubuh. Hanya melalui Roh Allah kita dapat mengenal Kristus dan kuasa kebangkitan-Nya yang membebaskan kita. Roh Allah siap membebaskan kita dari siklus dosa dan murka Allah yang diakibatkan olehnya. Dengan orientasi Roh, kita ditolong untuk merenungkan kemuliaan Allah, maka kita akan menghasilkan hidup dan bebas dari perbuatan-perbuatan tubuh. Karena itu, “Ikutlah Yesus!” Amin!
Doa:“
Oleh pertolongan Roh Kudus, Engkau telah membebaskan kami, ya Tuhan Yesus; untuk menerima kemenangan melawan perbuatan tubuh yang mematikan. Amin!”
-btps-
BACAAN PAGI:Y
Yehezkiel37:1-143
7:1 Lalu kekuasaan TUHAN meliputi aku dan Ia membawa aku ke luar dengan perantaraan Roh-Nya dan menempatkan aku di tengah-tengah lembah, dan lembah ini penuh dengan tulang-tulang.
37:2 Ia membawa aku melihat tulang-tulang itu berkeliling-keliling dan sungguh, amat banyak bertaburan di lembah itu; lihat, tulang-tulang itu amat kering.
37:3 Lalu Ia berfirman kepadaku: "Hai anak manusia, dapatkah tulang-tulang ini dihidupkan kembali?" Aku menjawab: "Ya Tuhan ALLAH, Engkaulah yang mengetahui!"
37:4 Lalu firman-Nya kepadaku: "Bernubuatlah mengenai tulang-tulang ini dan katakanlah kepadanya: Hai tulang-tulang yang kering, dengarlah firman TUHAN!
37:5 Beginilah firman Tuhan ALLAH kepada tulang-tulang ini: Aku memberi nafas hidup di dalammu, supaya kamu hidup kembali.
37:6 Aku akan memberi urat-urat padamu dan menumbuhkan daging padamu, Aku akan menutupi kamu dengan kulit dan memberikan kamu nafas hidup, supaya kamu hidup kembali. Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN."
37:7 Lalu aku bernubuat seperti diperintahkan kepadaku; dan segera sesudah aku bernubuat, kedengaranlah suara, sungguh, suatu suara berderak-derak, dan tulang-tulang itu bertemu satu sama lain.
37:8 Sedang aku mengamat-amatinya, lihat, urat-urat ada dan daging tumbuh padanya, kemudian kulit menutupinya, tetapi mereka belum bernafas.
37:9 Maka firman-Nya kepadaku: "Bernubuatlah kepada nafas hidup itu, bernubuatlah, hai anak manusia, dan katakanlah kepada nafas hidup itu: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Hai nafas hidup, datanglah dari keempat penjuru angin, dan berembuslah ke dalam orang-orang yang terbunuh ini, supaya mereka hidup kembali."
37:10 Lalu aku bernubuat seperti diperintahkan-Nya kepadaku. Dan nafas hidup itu masuk di dalam mereka, sehingga mereka hidup kembali. Mereka menjejakkan kakinya, suatu tentara yang sangat besar.
37:11 Firman-Nya kepadaku: "Hai anak manusia, tulang-tulang ini adalah seluruh kaum Israel. Sungguh, mereka sendiri mengatakan: Tulang-tulang kami sudah menjadi kering, dan pengharapan kami sudah lenyap, kami sudah hilang.
37:12 Oleh sebab itu, bernubuatlah dan katakan kepada mereka: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Sungguh, Aku membuka kubur-kuburmu dan membangkitkan kamu, hai umat-Ku, dari dalamnya, dan Aku akan membawa kamu ke tanah Israel.
37:13 Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN, pada saat Aku membuka kubur-kuburmu dan membangkitkan kamu, hai umat-Ku, dari dalamnya.
37:14 Aku akan memberikan Roh-Ku ke dalammu, sehingga kamu hidup kembali dan Aku akan membiarkan kamu tinggal di tanahmu. Dan kamu akan mengetahui bahwa Aku, TUHAN, yang mengatakannya dan membuatnya, demikianlah firman TUHAN."

Komentar
Posting Komentar