“Melihat wajah Allah”






 Suara Injil: “IKUTLAH YESUS”

SENIN, 31 MEI 2021

“Melihat wajah Allah”

BE. 339:8-9 “Diingot Halak Dagang” (Bagi Sang Pengembara)

Haporseai ma Jesus, silehon tua i!

Ibana do manobus ho sian dosami.

Sai naeng togihonon-Na tu hasonangan i,

Saluhut na porsea, naung tinobus-Na i.

Percaya pada Yesus, Juruselamatmu!

Darah-Nya yang menebus kau dari dosamu.

Kau akan dibawa-Nya ke Surga bahagia.

Semua yang percaya dan taat pada-Nya.

BACAAN PAGI: Bilangan 9:15-23

BACAAN MALAM: Wahyu 4:1-8

Yohanes 6:46

“Hal itu tidak berarti, bahwa ada orang yang telah melihat Bapa. Hanya Dia yang datang dari Allah, Dialah yang telah melihat Bapa.”

Tidak ada seorang pun yang pernah dan dapat melihat Allah. Musa sekali pun tidak pernah sungguh-sungguh melihat Allah. Sama seperti para nabi lainnya, ia hanya melihat malaikat Allah dan mereka gemetar ketakutan sehingga tidak lagi berani melihatnya. Hanya yang datang dari sorga saja yang telah melihat Allah, yakni Yesus. Hanya Yesus saja yang telah melihat Bapa, karena memang Ia datang dari sorga. Ia adalah Anak Allah, dan Allah adalah Bapa-Nya. Ia diutus Allah, Bapa-Nya, ke dunia untuk bersaksi tentang Dia. Hanya melalui Dialah kita bisa sungguh-sungguh memahami dan mengenal bahkan dapat melihat Allah. Karena itu, bagi orang yang hendak melihat Bapa, harus melalui Yesus. Ia harus datang kepada Yesus. Barangsiapa yang mengenal dan melihat Yesus, ia melihat Allah. Sebab Yesus adalah satu dengan Allah, Bapa-Nya. Demikian pun sebaliknya, seseorang yang hendak melihat dan mengenal Allah, ia harus datang kepada Yesus. Adalah mustahil untuk mengakui mengenal Allah, namun menolak Yesus. (1 Yoh 5:1-12) Setiap orang yang telah mendengar dan menerima pengajaran dari Allah, akan datang kepada Yesus. Namun hal itu bukan berarti bahwa mereka telah melihat Bapa. Kita tidak pernah mendengar suara-Nya, rupa-Nya pun tidak pernah kita lihat. Sebab firman-Nya tidak menetap di dalam kita, dan kita tidak percaya kepada Yesus yang diutus-Nya. (5:37-38)

Allah mengutus Yesus, Anak-Nya, ke dunia untuk mengajar kita. Yesus datang mengajarkan kerajaan Allah dan hidup yang kekal. Setiap orang harusnya berharap untuk diajar oleh kekuatan batinnya atas pikirannya dengan firman Allah dan para pelayan yang diutus-Nya ke antara kita. Setiap orang yang telah mendengar dan menerima pengajaran Allah, akan datang kepada Yesus. (45) Kehendak Bapa adalah bahwa tidak satu orang pun yang binasa. Karena itu Ia memberikan Anak-Nya supaya semua orang mengenal Allah dan diselamatkan. Jangan seorang pun dari mereka yang diberikan kepada Anak harus ditolak atau hilang oleh penolakannya. Namun Injil menemukan tidak ada yang mau diselamatkan dengan cara yang rendah hati dan kudus. Diberitahukan di dalamnya, tidak ada yang mau datang dan mengubah hatinya; sampai akhirnya rahmat Ilahi mereda dan tak seorang pun dari mereka yang diselamatkan. Allah menarik setiap kita dengan firman-Nya dan Roh Kudus. Tugas kita adalah mendengar dan belajar. Artinya, menerima kasih karunia yang ditawarkan, dan menghidupi janji Allah. Bila kita telah percaya kepada Kristus, kita harus bersyukur karena itu berarti Bapa telah menarik kita untuk percaya. Percaya itu harus ditujukan kepada Yesus dan pengorbanan-Nya. Karena itu, marilah kita terus setia dalam iman kita agar sekarang dan seterusnya kita menjalani kehidupan kekal di dalam Dia. Mari, “Ikutlah Yesus!” Amin!

Doa:

“Buatlah hati kami terbuka dan rindu untuk melihat wajah-Mu muka dengan muka di depan takhta kemuliaan-Mu, di sorga, ya Allah, Bapa Tuhan kami, Yesus Kristus. Amin!”

-btps- 

BACAAN PAGI:

Bilangan 9:15-23

9:15 Pada hari didirikan Kemah Suci, maka awan itu menutupi Kemah Suci, kemah hukum Allah; dan pada waktu malam sampai pagi awan itu ada di atas Kemah Suci, kelihatan seperti api.

9:16 Demikianlah selalu terjadi: awan itu menutupi Kemah, dan pada waktu malam kelihatan seperti api.

9:17 Dan setiap kali awan itu naik dari atas Kemah, maka orang Israel pun berangkatlah, dan di tempat awan itu diam, di sanalah orang Israel berkemah.

9:18 Atas titah TUHAN orang Israel berangkat dan atas titah TUHAN juga mereka berkemah; selama awan itu diam di atas Kemah Suci, mereka tetap berkemah.

9:19 Apabila awan itu lama tinggal di atas Kemah Suci, maka orang Israel memelihara kewajibannya kepada TUHAN, dan tidaklah mereka berangkat.

9:20 Ada kalanya awan itu hanya tinggal beberapa hari di atas Kemah Suci; maka atas titah TUHAN mereka berkemah dan atas titah TUHAN juga mereka berangkat.

9:21 Ada kalanya awan itu tinggal dari petang sampai pagi; ketika awan itu naik pada waktu pagi, mereka pun berangkatlah; baik pada waktu siang baik pada waktu malam, apabila awan itu naik, mereka pun berangkatlah.

9:22 Berapa lama pun juga awan itu diam di atas Kemah Suci, baik dua hari, baik sebulan atau lebih lama, maka orang Israel tetap berkemah dan tidak berangkat; tetapi apabila awan itu naik, barulah mereka berangkat.

9:23 Atas titah TUHAN mereka berkemah dan atas titah TUHAN juga mereka berangkat; mereka memelihara kewajibannya kepada TUHAN, menurut titah TUHAN dengan perantaraan Musa.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

PELETAKAN BATU PERTAMA DAN PENANAMAN POHON HKBP SUKATANI RESSORT PARDOMUAN DISTRIK XXX RIAU PESISIR

Selamat, HKBP SUKATANI Melakukan Pesta Pembangunan Rumah Dinas & Peletakan Batu Pertama

“Pengharapan yang pasti”