“Kamu adalah bait Allah”
Suara Injil: “IKUTLAH YESUS”
JUMAT, 28 MEI 2021
“Kamu adalah bait Allah”
BE. 257:1+6 “Jonok Debatanta” (Tuhan Allah Hadir)
Jonok Debatanta, unduk be ma hita, lao marsomba tu Tuhanta.
Mijur Debatanta tu tongatonganta, tapahohom ma rohanta.
Somba ma Debata di banuaginjang, na so halompoan.
Sai ingani ahu, joro baen tondingku, bagas habadiaon-Mu.
Sai bongoti ahu, baen holong rohangku di Ho, Tuhan, Debatangku!
So pe au manang lao, Ho ma sai hutatap jala hupasangap.
Tuhan Allah hadir, rendahkanlah hati, mari sujud dan memuji.
Datang dari Surga, hadir di jemaat, mari sembah dengan hikmat.
Sujudlah, sembahlah, Allah Mahakuasa yang tiada tara!
Datanglah padaku, diam di hatiku, jadikan aku bait-Mu.
Tinggallah sertaku, isilah hatiku dengan kasih setia-Mu.
Selama hidupku Kaulah harapanku, terpuji nama-Mu!
BACAAN PAGI: Yesaya 2:1-5
BACAAN MALAM: Roma 8:9-11
1 Korintus 3:16
“Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?”
Oleh pencurahan Roh Kudus, setiap orang percaya dan para pengikut Yesus telah menjadi bait Allah, tempat kediaman Roh Kudus. Roh Kudus adalah Roh Penghibur yang dijanjikan Tuhan Yesus kepada para murid pada saat kenaikan-Nya ke sorga, untuk menolong dan menghibur mereka melakukan perintah-Nya memberitakan Injil. Peristiwa pencurahan Roh Kudus pada Hari Pentakosta telah melahirkan Gereja di dunia ini. Jemaat adalah bangunan rohani Tubuh Yesus Kristus, yang dibangun dari batu-batu yang hidup. Kitalah Bait Allah, tempat kediaman Roh Allah (9; 2 Kor 6:16; Ef 2:21), yang ada di tengah-tengah dunia ini. Dunia tempat kita tinggal dan berdiam adalah lingkungan yang bobrok. Karena itu kita tidak boleh berpartisipasi dalam kejahatan yang lazim dalam lingkungan masyarakat kita, tetapi harus menolak segala bentuk kebejatan (17; 1 Pet 1:14-16). Demikianlah nasihat rasul Paulus kepada jemaat Korintus yang mengalami perpecahan karena adanya guru-guru palsu dan pengajar sesat yang mengajarkan ajaran-ajaran tak bermoral, sesuai dengan selera kota yang cabul itu.
Jemaat Kristen merupakan bait Allah yang dibangun menjadi tempat kediaman Allah (Ef 2:22). Setiap orang Kristen adalah bait yang hidup dari Allah yang hidup. Kita dikuduskan bagi-Nya, dipisahkan dari kegunaan-kegunaan yang biasa dan dikhususkan bagi Allah dan pekerjaan-Nya. Menjadi orang Kristen itu adalah kudus. Kita harus bersih dan suci dalam hati dan perilaku. Kita harus sungguh-sungguh membenci dan menghindari hal-hal yang mengotori bait Allah dan menajiskan apa yang seharusnya kudus bagi-Nya. Inilah dasar bagi kita untuk melawan seluruh nafsu kedagingan dan semua ajaran palsu yang mendukung nafsu dan ajaran semacam itu. Penyesatan yang terjadi pada kita di era disrupsi Revolusi Industri 4.0 saat ini sesungguhnya lebih dahsyat dari ajaran dan guru-guru palsu, yang menjerumuskan kita kepada hal-hal kecemaran. Segala kemajuan teknologi juga mengandung segala kemungkinan lain yang dapat menjauhkan kita dari maksud Tuhan Allah. Karena itu kita harus sangat berhati-hati untuk tidak mengindahkan segala keterikatan dan ketergantungan yang dapat memisahkan kita dari Allah. Tingkatkanlah kesadaran diri dan persekutuan iman, dengan menguatkan tekad untuk beribadah serta bergaul akrab dengan Tuhan. Mari, “Ikutlah Yesus!” Amin!
Doa:
“Tubuh kami adalah bait Allah tempat Roh Kudus-Mu bersemayam, ya Tuhan Yesus. Kuduskan kami untuk melakukan panggilan iman dan membangun mezbah persekutuan-Mu. Amin!
-btps-
BACAAN PAGI:
Yesaya 2:1-5
2:1 Firman yang dinyatakan kepada Yesaya bin Amos tentang Yehuda dan Yerusalem.
2:2 Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung tempat rumah TUHAN akan berdiri tegak di hulu gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; segala bangsa akan berduyun-duyun ke sana,
2:3 dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: "Mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya, dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran dan firman TUHAN dari Yerusalem."
2:4 Ia akan menjadi hakim antara bangsa-bangsa dan akan menjadi wasit bagi banyak suku bangsa; maka mereka akan menempa pedang-pedangnya menjadi mata bajak dan tombak-tombaknya menjadi pisau pemangkas; bangsa tidak akan lagi mengangkat pedang terhadap bangsa, dan mereka tidak akan lagi belajar perang.
2:5 Hai kaum keturunan Yakub, mari kita berjalan di dalam terang TUHAN!

Komentar
Posting Komentar