“Buah Roh dan Kesatuan Gereja”



Suara Injil: “IKUTLAH YESUS” 

SELASA 25 MEI 2021“

Buah Roh dan Kesatuan Gereja”B

BE 672:1-2 “Tung Godang Situtu” (Sungguh Banyak Kerja)T

Tunggodang situtu ulaonmu antong, dipasahat Tuhanta tu ho.N

Ndangadong be tingkim marnalemba tahe, ngolumi bahen tiruan tongtong.S

Saipatupa ma i ala ni Tuhan i, so mangkirim balosna tu ho.

Debata do marnida na niulami, manang na adong parbue ni i.

Ai lambok do soara ni Tuhanta i, ro ma ho, las ma nang rohami.

Sai taingot tongtong hata ni Tuhan i mangarahon jolma tu Tuhan i.

Sai patupa ma i ala ni Tuhan i, so mangkirim balosna tu ho.

Debata do marnida na niulami, manang na adong parbue ni i.

Sungguh banyak kerja dan kewajibanmu dalam tugas pelayananmu.

Giatlah bekerja, jadikan dirimu suri dan teladan jemaatmu.

Serahkan hidupmu, tunaikan tugasmu tanpa pamrih demi Tuhanmu.

Tuhan Allah memb’ri berkat dan rahmat-Nya dalam seluruh pelayananmu.

Dengan lemah lembut Tuhan memanggilmu, sambutlah dengan rasa syukur.

Dan hayati s’lalu tugas panggilanmu, bawa orang lain pada Tuhanmu.

Serahkan hidupmu, tunaikan tugasmu tanpa pamrih demi Tuhanmu.

Tuhan Allah memb’ri berkat dan rahmat-Nya dalam seluruh pelayananmu.

BACAAN PAGI: Kejadian 11:1-9B

BACAANMALAM: 1 Korintus 12:12-27

Galatia 5:22-23a

“Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kelemahlembutan, penguasaan diri.”

Hari ini kita memperingati hari lahir Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) genap 71 tahun. PGI (semula DGI) lahir dari cita-cita dan kerinduan bersama gereja-gereja di Indonesia untuk mewujudkan pesan dan harapan Tuhan Yesus sebagaimana doa-Nya dalam Yoh 17, “Supaya mereka semua menjadi satu.” (21) Demikian pentingnya kesatuan gereja sebagai kerinduan hati Tuhan Yesus. Begitu juga halnya bagi sebuah negara, terlebih rumahtangga atau keluarga sebagai unit terkecil komunitas manusia. Karena itulah Roh Kudus dikaruniakan, supaya orang-orang percaya bersatu dan menyerahkan dirinya untuk dipimpin oleh Roh Kudus. Maka orang percaya benci akan dosa dan ingin mengejar kekudusan, karena telah memiliki bagian dalam keselamatan Injil. Kesatuan menjadi tanda bukti dan kesaksian bahwa gereja adalah Tubuh Yesus Kristus di dunia. Hanya di dalam kesatuanlah gereja sebagai karya Roh Kudus menjadi nyata dan berbuah sebagaimana disebut dalam nas kita hari ini. Tanpa kesatuan, karya Roh Kudus tidak nyata. Justru yang nyata adalah perbuatan-perbuatan daging. (19-21)

Buah Roh dalam bentuk tunggal, menunjuk kepada oknum Kristus di mana semuanya tampak secara sempurna. Hal ini menekankan kesatuan dan perpaduan hidup di dalam Roh, yang bertentangan dengan kekacauan hidup di bawah pimpinan daging. Kesatuan Roh menghasilkan buah Roh yang melahirkan Kristus di dalam diri kita (4:19). Jika kita hidup dengan iman di dalam Kristus, maka persoalan-persoalan moral yang kita hadapi dapat diselesaikan. Buah Roh membuat kita menyenangkan satu sama lain dan membahagiakan, yang merupakan kepedulian dan usaha yang tulus dari setiap orang Kristen sejati yang dipimpin oleh Roh. Sebaliknya perbuatan-perbuatan daging menggambarkan tabiat manusia dengan semua keinginan yang buruk. Tabiat berdosa itu tetap tinggal dalam diri kita setelah bertobat dan menerima Yesus Kristus, namun itu menjadi musuh yang berbahaya (Rom 8:6-8,13). Mereka yang melakukannya tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah (17, 21). Perbuatan daging itu tidak hanya menyakitkan bagi diri sendiri, tetapi juga bagi satu sama lain. Karena itu, tabiat berdosa ini harus dilawan dan dimatikan dalam peperangan yang terus-menerus melalui kuasa Roh Kudus. Tidak cukup kita hanya berhenti melakukan kejahatan, tetapi juga harus melakukan yang baik. Sebab jika kita tahu yang baik tetapi tidak melakukannya, kita berdosa. (Yak 4:17) Karena itu, mari “Ikutlah Yesus!” Amin!

Doa:

“Curahkanlah Roh Kudus atas gereja-Mu dan setiap umat-Mu, ya Tuhan Yesus, untuk mewujudkan kerinduan hati-Mu bagi kesatuan gereja dan semua orang percaya. Amin!”

-btps-

BACAAN PAGI:

Kejadian 11:1-9

11:1 Adapun seluruh bumi, satu bahasanya dan satu logatnya.

11:2 Maka berangkatlah mereka ke sebelah timur dan menjumpai tanah datar di tanah Sinear, lalu menetaplah mereka di sana.

11:3 Mereka berkata seorang kepada yang lain: "Marilah kita membuat batu bata dan membakarnya baik-baik." Lalu bata itulah dipakai mereka sebagai batu dan tér gala-gala sebagai tanah liat.

11:4 Juga kata mereka: "Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit, dan marilah kita cari nama, supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi."

11:5 Lalu turunlah TUHAN untuk melihat kota dan menara yang didirikan oleh anak-anak manusia itu,

11:6 dan Ia berfirman: "Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana.

11:7 Baiklah Kita turun dan mengacaubalaukan di sana bahasa mereka, sehingga mereka tidak mengerti lagi bahasa masing-masing."

11:8 Demikianlah mereka diserakkan TUHAN dari situ ke seluruh bumi, dan mereka berhenti mendirikan kota itu.

11:9 Itulah sebabnya sampai sekarang nama kota itu disebut Babel, karena di situlah dikacaubalaukan TUHAN bahasa seluruh bumi dan dari situlah mereka diserakkan TUHAN ke seluruh bumi.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

PELETAKAN BATU PERTAMA DAN PENANAMAN POHON HKBP SUKATANI RESSORT PARDOMUAN DISTRIK XXX RIAU PESISIR

Selamat, HKBP SUKATANI Melakukan Pesta Pembangunan Rumah Dinas & Peletakan Batu Pertama

“Pengharapan yang pasti”